Headlines News :
Diberdayakan oleh Blogger.

Latest Post

Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita. Tampilkan semua postingan

Pencuri Spesialis LCD Warnet Diringkus

Written By Sena on Kamis, 02 Agustus 2012 | 21.39

 DIGELANDANG: Eko Budianto, spesialis pencuri LCD monitor saat digelandang di Mapolres Semarang



UNGARAN- Eko Budianto (23) warga Bandongan, Magelang, Selasa (12/6) berhasil diringkus petugas Satuan Reskrim Polres Semarang. Tersangka diketahui sebagai pencuri spesialis monitor LCD di warnet. Dari rumah kos tersangka Jl Banjar Sari, Tembalang, Semarang petugas berhasil menyita tiga LCD monitor hasil aksinya di  Ungaran dan Bergas, serta sepeda motor Suzuki Shogun AA 2209 HB milik tersangka. Guna menindaklanjuti proses hukum, tersangka diamankan di Mapolres Semarang.
 
Saat diperiksa Eko mengaku, pencurian LCD monitor terakhir kali dilakukannya di warnet P-TEK Net di kawasan Bergas, Minggu (10/6). Dan sebelumnya ia juga beraksi di Warnet Jl Ahmad Yani dan Jl Diponegoro Ungaran. Modusnya, tersangka berpura-pura sebagai pengunjung warnet, dan ketika penjaga lengah, ia melepas sejumlah kabel dan memasukkan LCD monitor ke dalam tas. "Dengan modal Rp 3000 untuk membayar sewa warnet, saya mengambil satu LCD monitor. Dan biasanya petugas warnet tidak curiga dengan aksi saya," aku Eko, kemarin.
 
Menurut tersangka, semua hasil aksi pencurian tersebut ia jual ke salah satu toko PC di daerah Tembalang, dengan harga sekitar Rp 175.000 hingga Rp 275.000 per unitnya. Kasat Reskrim Polres Semarang, AKP Agus Puryadi melalui Kanit I Ipda Ahmad menjelaskan, penangkapan terhadap tersangka berawal ketika aksi Eko di P-Tek Net, terdeteksi korbannya, Ari Budi Santoso (28) warga Randugunting, Bergas. Dimana korban mengenali ciri-ciri tersangka dan sepeda motornya. Selanjutnya korban melaporkan kepada petugas Polres Semarang.
 
Berdasarkan keterangan korban, akhirnya polisi melakukan pengejaran, dan berhasil meringkus tersangka di salah satu warung mi ayam di Ambarawa. "Petugas mngenali tersangka dari nopol sepeda motor yang digunakannya di Ambarawa. Dan dari tangan korban kami berhasil menyita tiga LCD monitor yang belum sempat terjual," kata Ipda Ahmad.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka Eko dijerat d engan pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara. (ino/15)

Erika Ratna Sari, Awalnya Serba Takut…



SALATIGA - Gadis satu ini penampilannya kalem tetapi enak diajak ngobrol, apalagi jika obrolan itu terkait dengan kerja yang sekarang digelutinya. Dialah Erika Ratna Sari, yang sejak Maret 2012 menjadi PR Grand Wahid Hotel, Salatiga. Kepada Harsem, anak kedua dari dua bersaudara ini mengaku bekerja sebagai PR dijalani dengan enjoy. Hal ini merupakan cita-citanya sejak masih sekolah.
          
“Dari awalnya saya memang berkeinginan menjadi humas atau bekerja di bidang perhotelan. Bahkan, saatdi SMA sengaja memilih jurusan Bahasa, dari jurusan ini dapat mengembangkan keinginan saya dalam berkomunikasi. Dalam artian, menjadi Humas atau PR itu akan dapat mengetahui segala hal dalam menghadapi pekerjaannya,” terang alumni SMA Negeri 3 Salatiga itu, kemarin.
         
Usai lulus dari SMAN 3 Salatiga ini, Rika demikian biasa dipanggil, memutuskan melanjutkan studi diplomanya dengan mengambil Jurusan Perhotelan di International Hotel School (HIS) Solo. Dari sinilah akhirnya ilmu PR didalaminya. Diakui pula, bahwa menjadi PR pertama kalinya itu sempat ragu maupun serba takut. Saat itu merasa ragu dan takut menghadapi tamu dan wartawan, namun setelah berjalannya waktu rasa tersebut hilang dengan sendirinya.
          
Perempuan lajang yang dilahirkan di Kabupaten Semarang, 6 Juni 1991 ini mengaku jika rasa takut itu saat menghadapi awak media atau wartawan. Jangan-jangan apa yang ditanyakan wartawan itu, saat dirinya memberikan keterangan atau jawaban tidak klop. Tetapi, setelah benar-benar kenal dengan awak media khususnya di Kota Salatiga, justru menghadapi atau komunikasi dengan wartawan lebih mengasyikan. (heru santoso/15)

PKSA DI KOMUNITAS ADAT TERPENCIL PRPINSI JAMBI

Written By Sena on Selasa, 15 Mei 2012 | 21.19


Program Kesejahteraan Sosial Anak  tahun 2011 mulai menyentuh anak-anak yang berada di Komunitas Adat Terpencil Provinsi Jambi. Melalui verifikasi dari RPSA Jambi, Dinas Sosial setempat dan para Sakti Peksos, penerima manfaat PKSA untuk Subdit Anak Memerlukan Perlindungan Khusus    ( AMPK-KAT) di Jambi berjumlah 141 anak yang berlokasi di 3 tempat yaitu: Dusun sungai Beruang desa Tanjung Lebar, Dusun Penggeretan Desa Pelempang keduanya berada di kabupaten Muaro Jambi. Dan satu lagi di Mentawak yang berada di Kabupaten Bungo.


Secara umum, mata pencaharian orang tuanya adalah menyadap karet, buruh kelapa sawit (berondol sawit), berburu di hutan,dan ada juga yang orang tuanya tidak memiliki pekerjaan. Letak geografis atau lokasi tempat tinggal anak  penerima manfaat sangat jauh dari pusat kota Jambi, selain itu juga medannya   sulit di jangkau  dan  terpencil. Kendaraan roda empat yang bisa menjangkau lokasi hanya jenis tertentu saja seperti  mobil Ranger/Reschue.

Dalam setiap melakukan penjangkauan, verifikasi maupun home visit, para  Sakti peksosnya harus  tinggal di pedalaman dan tinggal di salah satu rumah warga selama berminggu-minggu. Selama tinggal bersama dengan masyarakat KAT tersebut, otomatis para Sakti Peksosnya harus   mengikuti kebiasaan sehari-hari Suku Anak Dalam  tersebut seperti: mandi di sungai, makan bareng sama warga, bahkan berburu. Orangtua penerima manfaat dan warga setempat merasa bangga dan senang dengan adanya bantuan tersebut, meskipun Sakti  Peksos kesulitan untuk membelanjakan kebutuhan dasar anak dengan lokasi yang sangat  jauh untuk belanja kebutuhan anak-anak tersebut.

Kedatangan Sakti Peksos disana  disambut baik oleh warga, mereka senang dengan kehadiran Sakti Peksos yang memberikan pendampingan sosial,  memberikan nuansa baru yang sangat bermanfaat kepada anak-anak mereka dengan PKSA AMPK-KAT sebagai bukti perhatian Pemerintah Pusat kepada salah satu suku tradisional bangsa Indonesia yang patut untuk dilestarikan.

Kondisi anak penerima manfaat sebelum mendapatkan bantuan PKSA sangat memprihatinkan dimana kebutuhan dasar mereka belum tercukupi dengan baik seperti kebutuhan akan sandang, pangan, papan. Setelah mereka mendapatkan bantuan, senyum  mereka mengembang karena memiliki pakaian baru, mendapatkan penambahan gizi, perlengkapan sekolah, perlengkapan kebersihan, perlengkapan mandi dll, mereka pun kesekolah tidak lagi memakai sandal tetapi sudah memakai sepatu.

Benda Mirip Kotak Hitam Tiba di Halim


Benda Mirip Kotak Hitam Tiba di Halim

Kotak hitam pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Bogor yang telah ditemukan, tiba di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (16/5).

Dua helikopter TNI AU tiba di Bandara Halim Perdanakusuma pukul 09.47 WIB, membawa dua kardus minuman mineral yang berisi kotak hitam.

Serah terima kotak hitam sebelum dibawa ke Halim, diserahterimakan kepada Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) di Cijeruk, Bogor.

Sebelumnya pada pukul 07.25 WIB, satu kantong jenazah tiba di Halim diangkut oleh helikopter Basarnas.

Kotak hitam pesawat Sukhoi ditemukan sekitar pukul 10.00 WIB pada Selasa (15/5) oleh tim SAR gabungan yang melakukan evakuasi.

Kotak hitam tersebut ditemukan dalam kondisi berwarna hitam karena terbakar ditebing sekitar 100 meter dari lokasi ditemukannya puing ekor pesawat.

Pascajatuhnya pesawat Sukhoi SSJ 100 pada Rabu (9/5) di Gunung Salak, Bogor, tim SAR gabungan fokus mengevakuasi potongan-potongan tubuh korban dan mencari kotak hitam.

Benda mirip kotak hitam yang sudah gosong itu ditemukan satu tim Kopassus TNI-AD pada Selasa pagi. Namun perjuangan berat harus mereka hadapi untuk membawanya dengan naik turun gunung selama tujuh jam lebih [baca: Perjuangan Tujuh Jam Lebih Bawa Kotak Hitam]. Penemuan kotak hitam sangat diperlukan untuk mengetahui penyebab kecelakaan tragis yang menimpa pesawat yang sedang joy flight itu.(ANT/MEL)

Komisi V Panggil Berbagai Pihak yang Tangani Sukhoi



Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat meminta kepada pimpinan Dewan untuk memanggil semua pihak yang terkait dengan penanganan kasus jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 yang jatuh di Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pemanggilan itu untuk dimintai penjelasan berbagai hal.
"Kami sudah meminta ke pimpinan untuk segera memanggil Kementerian Perhubungan, KNKT, Basarnas untuk mendapat penjelasan rinci tentang musibah tersebut. Kemungkinan minggu ini (dipanggil)," kata Saleh Husein anggota Komisi V DPR di Jakarta, Selasa ( 15/5/2012 ).
Saleh mengatakan, salah satu yang ingin diketahui apakah memang ada izin joyflight. Selain itu, tambah dia, apakah sejak awal juga diatur rute penerbangan. "Seandainya belum (ada izin) maka berarti ada pihak tertentu yang memaksa pesawat tersebut dibolehkan terbang," kata Saleh.
Sebelumnya, Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Alexandrei Ivanov, menegaskan bahwa Sukhoi Superjet 100 telah mengantongi izin dari seluruh instansi pemerintahan di Indonesia. "Dari Kementrian Luar Negeri sudah ada izin, yang kita sebut diplomatic clearance. Dari Mabes TNI sudah dikeluarkansecurity clearance. Dari Kementerian Perhubungan, kita sebut approval flight. Prosedur ini sudah dilewati, maka joyflight ini bisa dilaksanakan," kata Ivanov.
Pesawat SSJ 100 yang jatuh merupakan pesawat pengganti. Pesawat tersebut berbeda dengan pesawat yang digunakan dalam peragaan di dua negara sebelumnya. Pesawat SSJ 100 itu sebelumnya dilaporkan menjalani tur promosi ke enam negara. Sebelum ke Indonesia, pesawat itu lebih dulu berpromosi di Pakistan dan Kazakhstan.
Hingga saat ini, kotak hitam pesawat itu masih dicari. Dari kotak hitam itu dapat diketahui penyebab kecelakaan.

BBM Langka, Kalimantan Rugi Rp10 T per Bulan



Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kalimantan dalam kurun waktu enam bulan terakhir mengakibatkan terjadinya stagnasi dan kerugian ekonomi yang tinggi di daerah itu.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Koordinator Wilayah Tengah, Endang Kesumayadi, menuturkan, kerugian ekonomi yang bisa ditimbulkan akibat minimnya kuota BBM di Kalimantan, sehingga menyebabkan kelangkaan di wilayah itu, diperkirakan mencapai Rp10 triliun per bulan.

"Sudah tiga bulan terakhir ini Kalimantan mengalami kelangkaan BBM paling parah. Antrean saja bisa mencapai 3-4 kilometer. Di sana, harga BBM mencapai Rp15.000-20.000 per liter, tapi masyarakat masih membelinya. Sedangkan di Jawa, harga mau naik saja mendapat reaksi keras," kata Endang dalam keterangan tertulis yang diterima VIVAnews, Senin 14 Mei 2012.

Endang memaparkan bahwa proses distribusi barang juga terhambat, karena adanya stagnasi di lapangan. Sedikitnya 7.000 truk di Kalimantan Selatan, 5.600 truk di Kalimantan Timur, dan 3.500 truk di Kalimantan Barat terhambat beroperasi. Hal ini memicu stagnasi dan antrean panjang di pelabuhan hingga 2-3 hari.
"Untuk angkutan batu bara saja yang biasanya sehari bisa dua atau tiga rit, sekarang hanya satu rit saja dalam dua hari," ujarnya.

Menurut Endang, selama ini masyarakat Kalimantan merasa 'dianaktirikan' dari pembangunan, baik itu listrik, infrastruktur, dan kuota BBM. Padahal, hasil eksploitasi sumber daya alam Kalimantan memberikan kontribusi sangat besar terhadap pembangunan nasional.

Pihaknya sangat menyayangkan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang tidak bisa mengakomodasi kepentingan masyarakat Kalimantan dengan tidak memenuhi kuota BBM yang dibutuhkan.
"Total nasional kuota BBM subsidi sebanyak 40 juta kiloliter, sebagaimana diatur dalam APBN-P 2012. Namun, dalam realisasinya, Kalimantan hanya mendapat lima persen dari kuota BBM nasional, yang idealnya bisa mendapat 7,5 persen," tuturnya.
 
Sebagai solusi untuk mengurangi dampak ekonomi yang dialami dan dampak lainnya, Endang menyarankan agar pemerintah pusat berkonsultasi dengan pemerintah daerah untuk mengetahui kebutuhan kuota BBM yang sebenarnya bagi Kalimantan.

PENYALURAN BOS 2012 LEWAT PROPINSI



image
Jakarta  - Penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2012 mengalami perubahan. Jika sebelumnya melalui pemerintah daerah kota/kab, kini melalui pemerintah propinsi dilanjutkan ke rekening masing-masing sekolah. Proses penyaluran dana BOS dari pemerintah pusat ke provinsi dapat dilaksanakan mulai 2 Januari hingga 14 Januari 2012. Sehingga pencairan dana BOS triwulan pertama dapat dilakukan mulai 9 Januri hingga 16 Januari 2012.

Menteri Pedidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh mengatakan peraturan menteri terkait penyaluran dana bantuan operasional sekolah (BOS)
direncanakan akan ditetapkan pada 8 Desember 2011.

"Permendagri (Peraturan Menteri Dalam Negeri tentang Pengelolaan BOS, Permenkeu (Peraturan Menteri Keuangan) tentang alokasi BOS per Provinsi dan Permendikbud (Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan) tentang Petunjuk Teknis Pemanfaatan Dana Bos ditetapkan 8 Desember," katanya seusai rapat komite pendidikan di Istana Wapres, Jakarta, Selasa.

Peraturan menteri ini dibutuhkan untuk mendukung perubahan mekanisme dalam penyaluran dana BOS 2012.

Muhammad Nuh menambahkan, penandatanganan hibah dana BOS dari provinsi ke sekolah-sekolah (dalam penandatanganan tersebut sekolah-sekolah diwakili oleh dinas pendidikan kabupaten-kota) juga dapat segera dilaksanakan pada 22 Desember 2011.

Sementara itu, Mendikbud mengatakan, dalam rapat komite pendidikan tersebut, Wakil Presiden Boediono meminta kepastian terkait penyaluran dana BOS. Untuk itu, ia menjelaskan mekanisme baru telah siap untuk dijalankan dalam penyaluran BOS.

Seperti diberitakan, mekanisme penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) akan berubah mulai Januari 2012. Keputusan itu diambil setelah mengevaluasi terjadinya keterlambatan dalam penyaluran dana BOS 2011 ini.

Sebelumnya, mekanisme penyaluran dana BOS dari pemerintah pusat diberikan kepada pemerintah kabupaten dan kota untuk kemudian disalurkan ke sekolah-sekolah. Namun hal ini dalam pelaksanaannya seringkali mengakibatkan keterlambatan.

Untuk itu, Pemerintah mengubah alokasi dana BOS pada 2012. Penyaluran dana BOS dari pemerintah pusat akan melalui pemerintah provinsi untuk kemudian disalurkan langsung ke sekolah-sekolah melalui mekanisme hibah.

Sementara itu, dana BOS pada 2012 meningkat 40 persen lebih dari 2011 menjadi Rp23 triliun. Dana BOS ini ditujukan kepada siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP).

TIM VOLLY TUAN RUMAH TUMBANG



image

Ada yang menang, pasti ada yang kalah. Tim volley puteri SMP Negeri 4 Kota Cirebon harus puas sebagai juara kedua dalam turnamen invitasi bola volley se-wilayah III Cirebon.  Dalam partai final yang digelar Sabtu (24/12) di sekolah jalan pemuda No. 16 tersebut tim spenpat harus mengakui keunggulan tim volley SMP Negeri Sumberjaya Majalengka. Tim spenpat kalah 3-0 dalam partai terakhir turnamen memperingati Hari Jadi Kota Cirebon ini.
Nasib tim volley puteri Spenpat masih beruntung dibandingkan tim volley puteranya. Laju tim putera harus kandas disemi final ketika berhadapan dengan tim volley SMP NU Kamplonga Indramayu. Sebagai juara satu volley putera adalah SMP Sukagumiwang Indramayu, peringkat kedua SMP Sumberjaya Majalengka, juara ketiga SMP Negeri 2 Panyingkiran Majalengka, dan juara keempat SMP NU Kamplongan Indramayu.
Sementara itu, tim kuat volley puteri diraih oleh SMP Negeri Sumber jaya Majalengka, disusul peringkat kedua SMP Negeri 4 Kota Cirebon, juara ketiga SMP Negeri Panyingkiran dan juara keempat diraih oleh SMP Negeri 9 Kota Cirebon. Masing-masing tim juara mendapatkan tropi, piagam dan uang pembinaan yang diberikan langsung oleh Kepala SMP Negeri 4 Kota Cirebon Bapak Suhendi Warna, S.Pd.MM.

Australia Bantu Peternakan RI






JAKARTA - Pemerintah Australia akan membantu sektor pertanian, khususnya para peternak sapi, untuk meningkatkan pembangunan kemampuan agrikultur Indonesia senilai US$20 juta atau setara Rp180 miliar.

Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa menjelaskan kasus video penyiksaan sapi Australia oleh peternak Indonesia dianggap telah selesai. Kini, Australia akan membantu peningkatan pembangunan kemampuan peternak sapi Indonesia. “Sudah (selesai), mereka juga membantu untuk sampaikan ke saya, sekitar US$20 juta untuk capacity building melalui menteri perdagangan,” kata Hatta Rajasa di Jakarta, Rabu (21/3) seperti dilansir dari vivanews.com.

Menurut Hatta, salah satu program pembangunan kemampuan peternak sapi nasional adalah meningkatkan produktivitas sapi di Indonesia. Tak tanggung-tanggung, pemerintah Australia bersedia membangun peternakan sapi nasional dengan menggunakan teknologi mereka.

Hatta menjelaskan, dirinya sudah menggelar pembicaraan langsung dengan Menteri Perdagangan dan Pertanian Australia. Dalam pertemuan itu, Hatta mendesak Australia untuk berinvestasi di bidang peternakan sapi di Indonesia. “Jangan paksa untuk impor saja, kita juga harus bisa tingkatkan kandungan lokal (local content),” paparnya. Untuk merealisasikan usulnya itu, pemerintah Indonesia bisa membantu perusahaan Australia untuk menjalin kerjasama dengan perusahaan nasional.

Cathy Sharon Ingin Punya 5 Anak

Written By Sena on Senin, 14 Mei 2012 | 20.29


Setelah resmi menikah dengan Eka Kusuma, Cathy Sharon sepertinya ingin membangun sebuah keluarga besar. Cathy pun bermimpi bisa memiliki lima anak.

"Pengennya punya lima anak, tapi suami maunya tiga aja," ujarnya saat ditemui di Pejaten, Jakarta Selatan, Minggu (29/4/2012).

Kini, Chathy sudah mulai menjalani aktivitasnya sebagai seorang istri. Bintang film 'The Perfect House' pun belajar masak untuk memanjakan sang suami.

"Kebetulan suami aku suka masakan Jepang jadi tugas selanjutnya belajar masak sushi," tuturnya.

Minggu (29/4/2012), Cathy dan Eka menggelar resepsi kedua di kediaman Eka yang berada di Pejaten, Jakarta Selatan. Sebelumnya, mereka telah meresmikan pernikahan di di Gereja Franciscus Xaverius, Kuta, Bali, Sabtu (14/4/2012).

Operasi Pekat, PSK Ditangkap




Empat PSK tengah menunggu dikirim ke pengadilan, kemarin


DEMAK-Dalam operasi penyakit masyarakat (pekat), Senin malam (12/3), Satuan Sabhara Polres berhasil menciduk beberapa penjaja seks komersil (PSK) dan penjual warung minuman keras.

Dalam operasi tersebut polisi menciduk penjual dan pelayan warung miras, yaitu Rosidah (40) warga Demak dan Nidayani (42) warga Sumberejo-Sragen. Seorang pelaku ketertiban umum, Saringat (33) warga dusun Sapron Desa Bulusari-Sayung juga ditangkap.

Juga turut diciduk empat PSK saat menjajakan cinta. Mereka adalah Rusmiyati (35) warga Desa Tanggul Pandean RT 09 RW 02 Nalumsari-Jepara, Winarsih (31) warga Pecangaan-Jepara, Kemi (35) warga Mlonggo-Jepara, dan Wahyu Damayati (32) Stinggil Demak.

Kapolres Demak AKBP Sigit Widodo melalui Kasubag Humas AKP Sutomo mengatakan Polres akan terus mengadakan operasi pekat untuk menekan angka kriminalitas di daerah rawan kejahatan, seperti di jalur lingkar Demak.

"Mereka ditanggap di wilayah jalur lingkar Demak. Setelah didata, hari ini juga (kemarin), akan dikirim ke pengadilan negeri untuk sidang tipiring," tegasnya didampingi Kasat Sabhara AKP Sugiyono di Mapolres. (swi/16) 

Batik dan Kebaya di Peringatan Hari Kartini



GUBERNURAN – Menjelang Hari Kartini, Pemprov bersama Dharma Wanita Persatuan Jateng menggelar kegiatan dengan nuansa perempuan dan batik. Seperti yang dilakukan di Grhadika Bakti Praja kemarin, di mana Dharma Wanita menggelar talkshow dengan tema Perempuan, Batik, dan Kebaya.

Dalam talkshow itu, menghadirkan narasumber GRAy Koes Moertiyah (Gusti Moeng) dari Kraton Kasunanan Surakarta, dan pengusaha serta desainer batik Nita Kenzo. Saat memberikan opininya soal batik dan kebaya, Nita mengatakan, anak muda dahulu masih beranggapan bahwa batik itu merupakan pakaian kuno.

“Namun, seiring dengan perkembangan mode atau fesyen, batik kini menjadi tren dan semakin diminati kawula muda. Pakaian batik tak hanya dikenakan saat upacara adat tapi juga saat hajatan pernikahan,” jelasnya.

Bahkan, lanjut dia, tak jarang para mahasiswa lebih memilih mengenakan pakaian batik saat berkuliah. “Batik kini menjadi penting dan bisa dikenakan dalam kehidupan sehari-hari seperti untuk kuliah,” katanya lagi.

Soal jenis batik, ia menjelaskan, saat ini terdapat batik jenis tulis dan cap. Untuk itu, ia berharap, masyarakat dapat memilih pakaian sesuai dengan kemampuan keuangan masing-masing.

“Batik tulis mencerminkan kekhasan pembatik, sedangkan batik cap bisa dibuat dengan media printing. Di Pasar 17 Agustus Pamekasan Jatim, batik tulis ada yang dijual Rp 35 ribu, sedangkan harga batik cap antara Rp 40 ribu sampai Rp 100 ribuan,” jelasnya.

Sementara soal kebaya, Gusti Moeng mengatakan, kebaya sekarang ini sudah termasuk populer di kalangan anak muda. “Meski bawahannya celana, tapi atasannya biasanya model kebaya. Model seperti itu sebenarnya sudah mengarah pada faktor ketertarikan anak muda akan kebaya,” ujarnya yang juga merupakan anggota Komisi II DPR tersebut.

Ia berharap, sebagai orang Jawa, anak muda juga berkewajiban untuk melestarikan budaya leluhur seperti kebaya. “Hal itulah yang paling utama dan harus dimaknai oleh generasi penerus. Jangan menganggap kebaya itu merupakan barang yang kuno tapi kebaya itu justru sarat dengan nilai-nilai budaya,” tandasnya.(ano/12)

Mengais Rezeki di Kelenteng Tay Kak Sie



Slamet tengah membersihkan klenteng
SEORANG lelaki paruh baya bukan tampak sibuk membersihkan altar tempat persembahan di Kelenteng Tay Kak Sie. Slamet Purwadi, begitu nama lengkapnya, merupakan warga pribumi yang mencoba mengais rezeki pada tempat peribadatan yang berada di Gang Lombok tersebut.

Ya, lelaki berusia 52 ini adalah seorang petugas kebersihan di kelenteng itu. Satu di antara sepuluh orang warga setempat yang menggantungkan hidupnya di sana. Slamet yang sudah sepuluh tahun bekerja di kelenteng tersebut, mengaku memang dirinyalah yang meminta pekerjaan.

“Dulu saya sempat bekerja di bengkel namun keluar. Awalnya bekerja serabutan di kelenteng, mulai dari bantu membersihkan sampai jadi tukang angkut. Kemudian saya pun diperbolehkan bekerja di sini sebagai petugas bersih-bersih,” katanya, kemarin.

Kelenteng tua yang didirikan pada 1746 itu dia bersihkan setiap hari bersama rekan-rekannya. Pekerjaannya pun semakin berat, tatkala ada perayaan yang dilakukan di klenteng, seperti halnya imlek.
Kelenteng Tay Kak Sie yang pada mulanya hanya untuk memuja Dewi Kwan Sie Im Po Sat, Yang Mulia Dewi Welas Asih ini ramai dikunjungi warga Tiong Hoa.

Sebagai tukang bersih-bersih, dirinya pun harus selalu mengkondisikan tempat agar selalu bersih. Ini dilakukan agar warga Tiong Hoa dapat nyaman beribadah.

Mengenai gaji yang diperoleh, bapak tiga anak ini menuturkan dibayar tiap bulannya. meskipun nominalnya tidak begitu banyak namun cukup untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

“Di sini saya mengabdi, meskipun saya muslim tetapi klenteng juga merupakan rumah Tuhan,” tuturnya yang sudah berhasil menyekolahkan anaknya sampai tingkat universitas.

Tay Kak Sie merupakan satu dari sekian banyak sumber pamasukan bagi warga yang hidup di sekitar pecinan. Tidak hanya Slamet, warga pribumi yang menggantungkan hidupnya di kawasan pecinan untuk menafkahi keluarganya.

Seperti yang dirasakan Yani misalnya. Warga Kebonharjo ini mengaku senang adanya kawasan pecinan. Karena ia bisa bekerja di salah satu pertokoan yang menjual bahan-bahan konveksi. Sudah puluhan tahun dirinya bekerja dan mengabdi dengan warga Tionghoa.

Hal senada juga diungkapkan oleh pardi tukang parkir asal Kembangsari. “Karena Jalan Beteng banyak pergudangan dan banyak pembeli. Sehingga saya memanfaatkan menjadi tukang parkir di sini,” ungkapnya.

Menjadi tukang parkir di kawasan pecinan sangat membawa berkah. Karena rata-rata pemilik kendaraan roda empat yang baik sering memberikan uang parkir antara Rp 2-5 ribu. (wam/17)

Nikah Lagi, Alice Norin Belum Mau Punya Momongan


Pada 2011 lalu, Alice Norin resmi menikah dengan sang kekasih, DJ Alvin. Namun, sampai saat ini, Alice belum mau memiliki momongan. Kenapa?

"Kita berdua belum mau punya momongan dulu, masih pengen pacaran dulu," ujar bintang film 'Ketika Cinta Bertasbih' itu saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (30/4/2012).

Selain itu, Alice juga masih ingin fokus dengan pekerjaan. Begitu juga dengan sang suami yang tengah sibuk berbisnis.

"Kalau lagi nggak lagi syuting aku bisa bilang aku pengen punya momongan tapi aku pengen fokus di sinetron," tutur perempuan yang pernah menikah dengan DJ Riri itu.

Alice dan Alvin menikah setelah dua tahun berpacaran pada Juli 2011. Pernikahan mereka pun digelar secara sederhana.

Nelayan Makin Sulit Melaut



GUBERNURAN–Setelah kenaikan harga BBM diberlakukan per 1 April mendatang, Pemerintah pusat rencananya akan menggulirkan kembali program bantuan langsung tunai (BLT), sebagai kompensasinya. Namun, tindakan pemerintah itu masih dinilai keliru oleh kalangan dewan.
    
Pasalnya, pemerintah hanya berusaha memberikan kompensasi berupa uang tunai kepada warga miskin (gakin) tapi lupa memperhatikan kebutuhan nelayan yang sebenarnya. Pernyataan itu disampaikan oleh Anggota Fraksi PKS DPRD Jateng Hadi Santoso, kemarin.

Ia menilai kompensasi berupa BLT itu sendiri masih belum efektif. Karena nantinya, hanya akan habis dalam beberapa waktu saja.

“Nelayan selama ini hanya menggantungkan kebutuhan BBM untuk melaut. Sebagian besar nelayan di Jateng menggunakan sistem bagi hasil melaut untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. Dengan adanya kebijakan (kenaikan harga BBM bersubsidi) itu, maka bagi hasil yang didapatkan pun akan berkurang drastis,” katanya yang juga Anggota Komisi D DPRD Jateng.

Untuk itu, lanjut dia, apabila program BLT kembali digulirkan maka sebaiknya Pemerintah pusat pun memikirkan kebutuhan nelayan untuk melaut. “Memang, penerima BLT juga ada yang berprofesi sebagai nelayan. Tapi, apakah nilai kompensasi yang diberikan itu cukup untuk melaut? Untuk itu, perlu dipikirkan soal kebutuhan nelayan,” jelasnya.

Ia menyarankan, selain BLT untuk gakin, sebaiknya pemerintah juga dapat memberikan kompensasi kepada nelayan. Hal itu dapat dilakukan dengan pemberian subsidi khusus bagi nelayan dalam pembelian BBM.

“Menurut saya langkah seperti itu lebih tepat untuk dilakukan. Karena, subsidi tersebut jauh lebih berguna dibandingkan hanya dengan pemberian uang tunai dalam program BLT,” terangnya. (ano/17)

Gubernuran Digeruduk 5 Kelompok Demonstran



Ribuan massa berbagai elemen organisasi berunjuk rasa di Jalan Pahlawan menolak kenaikan BBM, kemarin. Aksi dapat pengamanan ekstra ketat dari Kepolisian Polda Jateng, Tampak mereka yang berdemo, yakni dari unsure HMI dan SPN
AKSI unjuk rasa terus terjadi di mana-mana. Kompleks gubernuran jadi tujuan para demonstrans. Bahkan dalam sehari kemarin, ada lima kelompok demonstran yang menggeruduk kantor yang terletak di Jalan Pahlawan tersebut.

Aksi pertama dilakukan oleh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Semarang sekitar pukul 10.22. Meski tuntutannya hampir sama yakni menolak kebijakan pemerintah tersebut, namun mereka lebih menyoroti pernyataan Gubernur Jateng Bibit Waluyo soal kenaikan harga BBM bersubsidi sama dengan dua batang rokok.
    
Dalam aksinya, mereka melempari halaman kantor gubernur dengan plastik berisi air secara beramai-ramai. Tindakan itu dilakukan sebagai simbol kekecewaan atas pernyataan gubernur tersebut.
    
Setelah itu, mereka bubar dan langsung diganti dengan rombongan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Undip Semarang. Namun, aksi HMI itu tidak berlangsung lama karena mereka meneruskan aksinya ke Depo Pertamina di Jalan Pengapon.
    
Kemudian sekitar pukul 12.00, aksi serupa dilakukan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI). Mereka berorasi menghujat pemerintahan SBY-Boediono yang akan menaikkan harga BBM. Bukan hanya itu, massa juga melakukan aksi duduk, bakar ban, dan memblokade Jalan Pahlawan sehingga lalu lintas di sekitar lokasi unjuk rasa itu, tepatnya di ruas depan gedung Dinas Sosial, terpaksa ditutup. Selang beberapa menit, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Semarang juga melakukan hal yang sama yakni membakar ban di tengah jalan.

Lebih Besar
Berbeda dengan aksi yang dilakukan oleh kalangan buruh sekitar pukul 15.00. Aksi yang tergabung dalam Serikat Pekerja Nasional (SPN) Jateng itu tidak membawa puluhan orang seperti kaum mahasiswa tapi menggandeng ribuan orang buruh pabrik dari seluruh wilayah. Menurut Sekretaris SPN Jateng Nanang Setyono ada perwakilan buruh dari 14 kabupaten/kota.
    
“Beberapa di antaranya dari Sragen, Karanganyar, Sukoharjo, Boyolali, Salatiga, Demak, dan Kendal,” katanya.
    
Ia menegaskan aksi penolakan akan tetap disuarakan oleh kalangan buruh karena kebijakan pemerintah tersebut sangat membebani masyarakat. “Bagaimana tidak, lihat saja harga kebutuhan pokok saat ini yang sudah naik tiga hingga lima persen. Kemudian, tarif transportasi dimana sebagian daerah sudah ada yang menaikkan hingga 11 persen,” keluhnya.

Meski tidak ditemui pihak legislatif maupun eksekutif, para buruh itu tetap semangat menyuarakan penolakannya. Sepanjang aksi unjuk rasa berlangsung, ribuan aparat kepolisian terus berjaga-jaga di sekitar kantor gubernur dan Gedung Berlian.(ano/12)

Honda Jazz Nopol Palsu, Diringkus



Nopol palsu Honda Jazz pembuka tabir pemalsuan laporan hilangnya STNK
Zaki Mubarok (29) dan Gunawan (37), keduanya warga Gubuk, Grobogan, Minggu (29/1) ditangkap polisi di sebuah tempat hiburan karaoke, Bandungan. Penangkapan tersebut berkat kejelian petugas saat melihat nomor cantik mobil Honda Jazz yang digunakan keduanya, yakni H 8989 JW yang tidak tercatat di Samsat.

Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Agus Puryadi menjelaskan, tertangkapnya kasus penipuan tersebut berawal dari ketidaksengajaan petugas yang melihat nomor mobil cantik yang melintas di wilayah Bandungan. Petugas yang tertarik dengan nopol tersebut selanjutnya mengecek kepemilikannya melalui SMS ke Samsat. "Ternyata nomor mobil tersebut tidak terdaftar di Samsat," kata Agus, kemarin.

Karena curiga, lanjut dia, petugas langsung bergerak membuntuti laju mobil warna hitam tersebut, hingga belok di salah satu tempat tempat hiburan karaoke. Tanpa membuang waktu, begitu mobil diparkir polisi langsung menghampirinya dan meminta kepada pengemudi mobil, Zaki Mubarok, untuk menunjukan surat-suratnya.

"Ternyata surat-surat mobil tersebut tidak ada. Pengemudi hanya menunjukkan surat laporan kehilangan STNK dari Polsek Tanggungharjo, Grobogan," terang Agus.

Selanjutnya dalam pemeriksaan diketahui, bahwa surat laporan kehilangan tersebut menyebutkan nomor polisi asli mobil tersebut berpelat B yang telah diganti dengan H. Untuk mempertanggungjawabkan kebenaran surat laporan tersebut, petugas langsung menggelandang dua penumpang mobil tersebut ke Mapolres Semarang.

Diungkapkan, hasil pemeriksaan sementara di Polres Semarang diketahui bahwa sebelum dilakukan penangkapan di Bandungan, ternyata mobil ini sesungguhnya milik rekan bisnis tersangka Zaki asal Jakarta, dan kemudian disita oleh tersangka dari tangan pemiliknya berkaitan masalah utang-piutang yang belum terselesaikan.

Oleh tersangka, lanjut AKP Agus Puryadi, STNK asli mobil yang saat ini masih di tangan pemiliknya di Jakarta, kemudian dilaporkan di Polsek Tanggungrejo, Grobogan bahwa STNK-nya hilang.

"Tersangka lapor kehilangan STNK dengan memperlihatkan bukti buku garansi dari dealer. Dan surat laporan kehilangan tersebut oleh tersangka bisa digunakan untuk menghindari pemeriksaan polisi. Disayangkan, setelah laporan tersangka kemudian mengganti pelat nopol mobil dari B dengan plat nopol palsu H," papar Agus, kemarin.

Dalam pemeriksaan, menurut dia, tersangka Zaki mengakui bahwa mobil yang ia gunakan tersebut milik rekan bisnisnya di Jakarta. Dan hingga saat ini STNK aslinya masih dipegang oleh pemilik. Untuk itu Polres Semarang bermaksud memanggil pemilik mobil untuk dimintai keterangan. "Pemiliknya akan kami panggil untuk dimintai keterangan," tambahnya.

Saat dipertemukan dengan wartawan, kemarin siang, tersangka menolak untuk diambil fotonya. Keduanya memperlihatkan sikap arogan dengan menuding beberapa wartawan untuk tidak mengekspos kasusnya. "Kalau mau ambil foto seharusnya izin kepada saya lebih dulu. Jangan asal main ekspos, saya ini temannya Bibit," ujar tersangka, sambil mengaku berteman akrab dengan wartawan.

Bahkan kerabat tersangka yang ikut mendampingi di Mapolres Semarang ikut mempengaruhi wartawan untuk tidak mengekspos kasus tersebut. (ino/rif)

Kawasan Kota Lama Kumuh



Pengembangan kawasan Kota Lama untuk menjadi salah satu kawasan wisata yang dibanggakan, agaknya masih dalam mimpi. Sebab saat ini kondisinya justru kumuh oleh bangkai truk dan mobil bekas kecelakaan di kawasan tersebut.

Puluhan kendaraan rusak, baik truk maupun bus tersebut, terparkir di sepanjang Jalan Letjen R Suprapto. Taman Srigunting dan Gereja Blenduk juga tidak luput dari parkir bangkai kendaraan yang rusak.

Kondisi ini dikeluhkan masyarakat, terlebih lagi para wisatawan yang datang ke Kota Lama. Feronika (26), misalnya. Wisatawan asal Jogja ini mengaku kecewa karena kondisi Kota Lama yang ternyata kumuh.

"Padahal bangunan-bangunannya bagus sekali, tapi seperti tidak terawatt. Selain itu banyak kendaraan rusak yang parkir dan sangat mengganggu pemandangan," katanya, kemarin.

Sebelumnya, ia membayangkan Kota Lama merupakan kawasan kota dengan arsitektur kuno. Namun ternyata kondisi yang terlihat tidak seperti yang dibayangkannya.

Rudi, warga Bangetayu, meminta Pemkot memerhatikan kawasan tersebut. Sebab menurutnya tidak pantas kawasan yang menjadi salah satu unggulan pariwisata Kota Semarang terlihat kumuh. Seharusnya kendaraan itu direlokasi di suatu tempat yang jauh dari Kota Lama agar tidak menggangu para wisatawan.

‘’Dijadikan satu tempat. Misalnya di lapangan yang jauh dari Kota Lama. Kalau setiap ada kecelakaan diparkir di tempat itu, lama-lama orang yang melihat atau sedang berwisata jadi kurang nyaman,’’ tandasnya.

Adanya kondisi itu membuktikan perhatian pemerintah pada pengelolaan Kota Lama masih rendah. Belum lagi, kawasan itu sering terkena rob. Sekarang jadi tempat parkir kendaraan rusak.

Ketua Badan Pengelolaan Kawasan Kota Lama (BPK2L) Surachman menyatakan, pihaknya sudah pernah menyurati Pemkot dan Polrestabes Semarang, namun hingga kini belum ada penyelesaian. Pihaknya sangat keberatan kawasan Kota Lama dijadikan tempat penampungan kendaraan rusak. Sebab keberadaan kendaraan itu tentu membuat tidak nyaman dan terkesan Pemerintah tidak peduli.

Walikota Tawarkan Lahan
Sementara itu Walikota Soemarmo HS juga mengaku kerap mendapatkan keluhan dari masyarakat soal banyaknya kendaraan rusak yang terparkir di Kota Lama. Meski kunjungan wisatawan ke tempat itu tidak setiap saat, setidaknya dengan kondisi itu bisa menyebabkan orang malas mengunjungi kawasan tersebut.

‘’Jujur saya melihat pemandangan itu jadi tidak berkesan. Masalah itu akan saya koordinasikan lagi dengan Kapolrestabes dan Kasatlantas supaya ada penyelesaian,’’ tandasnya.

Pemkot menawarkan solusi untuk meminjamkan lahannya supaya bisa digunakan sebagai tempat penampungan kendaraan rusak akibat kecelakan. Terdapat dua lokasi yakni di Jalan Gatot Subroto dan di Kelurahan Gebangsari, Genuk.

‘’Dua tanah itu sudah pernah kami usulkan kepada Polrestabes, namun belum ada jawaban. Kalau di Gatot Subroto mungkin kejauhan, sebab itu butuh koordinasi segera agar ada solusi," katanya. (prihati puji utami/rif)

Valentine's Day, Say it with Chocolate



Perayaan Valentine bagi anak-anak muda masih identik dengan coklat dan bunga. Untuk turut serta merayakan hari kasih sayang yang selalu jatuh pada 14 Februari ini, dibangunlah replika hati terbuat dari styrofoam (gabus) setinggi 2,5 meter menggunakan 10 kg coklat meses yang dipamerkan di Hotel Grand Candi Semarang.

Promotion Manager Grand Candi The Gallery Hotel Semarang Harum Hendrawinata mengungkapkan, aroma coklat sebagai pemikat indra penciuman tamu. Ide awal menggunakan kombinasi cookies dan meses, namun kemudian konsep berubah menggunakan full meses karena aroma wangi meses dinilai lebih menggoda tamu untuk mendekat.

“Selain itu juga karena coklat meses merupakan simbol sebuah kesatuan dan kebersamaan,” ujarnya, kemarin. 

Proses pembuatan replika ini ungkapnya membutuhkan waktu tiga hari. Dimulai dengan pembentukan dua buah hati berbahan baku styrofoam, kemudian dilapisi lem hasil olahan tim pastry hotel. “Penempatan replika di depan Kafe Flamboyan berdekatan dengan lobi membangun suasana terasa lebih manis menjelang Hari Valentine,” tambahnya. Replika tersebut dipajang sejak Senin (6/2) hingga 15 Februari.

Selain hotel yang menyemarakkan valentine dengan coklat, gerai coklat pun mulai banyak diburu konsumen. Pemilik gerai cokelat Conetta di Jalan Pekunden Dalam 47 Leni Arjani mengungkapkan, konsumen loyal mulai dari remaja, karyawan hingga perusahaan sudah memesan sejak bulan lalu.

“Parsel yang terdiri dari coklat, boneka, dan bunga digemari karena dinilai lebih praktis untuk diberikan kepada pasangan, ataupun orang-orang tersayang,” ujarnya. 

Variasi bentuk coklat terus dilakukan agar konsumen tidak bosan. Tahun ini, beberapa model digemari seperti tulisan “I love you”, bunga mawar dari coklat pink serta coklat boks. Khusus untuk membuat coklat tulisan “I love you” didatangkan khusus dari Amerika.

“Model coklat hamburger menjadi bentuk yang selalu digemari setiap tahun. Bentuk hamburger lebih universal diberikan ke sahabat, keluarga maupun orang tua. Jadi, coklat tidak terbatas diberikan kepada pasangan saja,” ungkapnya.

Harga yang dibanderol pun cukup terjangkau yakni mulai Rp 1.000 hingga Rp 225 ribu. Rentang harga bertujuan untuk membidik segmen dari semua kalangan. “Variasi coklat banyak sehingga memudahkan konsumen untuk memilih sesuai selera dan harga,” katanya. (prihati puji utami/rif)

Dicekik Hampir Tewas, Motor Dirampas



Yuni tergolek lemas, ditunggui ibunya






Yuni Indrawati (18), warga RT 05/RW 01, Gamasan, Bandungan, Kabupaten Semarang, Minggu (12/2) menjadi korban perampasan motor yang oleh tetangga sekaligus teman SD, Didik (19).

Korban yang juga karyawati PT Nusantara Sakti Bawen ini diduga telah tewas oleh pelaku, dan ditinggalkan di rumah kosong dekat lapangan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Bandungan. Saat ditemukan keadaan korban tidak sadarkan diri dan terdapat bekas luka cekikan di leher.

Saat ini Yuli masih trauma dan dirawat secara intensif di RS Bina Kasih Ambarawa. Sedangkan pelaku yang sudah diketahui identitasnya masih dalam pengejaran polisi.

Ayah korban, Sukasdi (47) saat ditemui wartawan menuturkan, kasus perampasan yang hampir merenggut nyawa putrinya tersebut berawal sekitar pukul 05.30, ketika ia mengajak Yuli belanja ke pasar Bandungan. Sepulang dari pasar sekitar pukul 06.30, pelaku sudah menunggu di rumah korban, bermaksud menyampaikan surat dari salah satu teman korban yang bernama Intan. Belakangan diketahui, surat itu palsu.

"Di dalam surat itu Didik mengatasnamakan Intan untuk bertemu Yuli di lapangan MI. Lalu keduanya pergi berboncengan. Mereka sempat berpamitan, dan saya tidak menaruh rasa curiga karena antara Yuli dan Didik itu sudah berteman sejak SD," tutur Sukasdi, kemarin.

Setengah jam setelah pergi, Yuli memberitahukan kepada ibunya, Turiyah (41) melalui SMS, yang isinya mengabarkan Intan telah menghilang dan korban bersama pelaku akan melakukan pencarian. "Ibunya sempat melarang agar Yuli tidak usah ikut mencari, dan menyuruh segera pulang," terang Sukasdi.

Sekitar pukul 07.00, Yuli sudah tidak bisa dihubungi lagi. Seluruh keluarga mencoba menghubungi Yuli, ternyat ponselnya sudah tidak aktif lagi. Sejak itulah keluarga melakukan pencarian. "Keluarga berpencar mencari Yuli. Saya sendiri mencari hingga ke Limbangan, karena curiga kalau Yuli dibawa Didik ke Boja (Kendal), rumah ibunya," kata Sukasdi.

Sukasdi tidak ingat pukul berapa waktu itu. “Saat mencari ke Limbangan itu saya dikabari bahwa Yuli sudah ditemukan. Dan saya diminta segera kembali ke rumah. Dan saya benar-benar kaget setelah mengetahui kondisi putri saya tidak sadarkan diri dan harus dilarikan ke rumah sakit," tambah dia.

Diduga kuat, pelaku perampasan dan percobaan pembunuhan tersebut dilakukan oleh Didik. Karena saat Yuli ditemukan di rumah kosong, kondisinya tidak sadarkan diri. Sedangkan Sepeda motor Honda Spacy nopol H 5845 ZV dan ponsel milik Yuli raib bersama Didik.

Tragisnya, begitu mengetahui putrinya nyaris menjadi korban pembunuhan, Ibu korban, Turkiyah langsung pingsan dan harus menjalani perawatan di RS Bina Kasih bersama Yuli.

Korban hingga kemarin masih sulit diajak berkomunikasi. Tampaknya ia masih trauma berat. Saat ditemui di ruang perawatan, ia berusaha menyembunyikan wajah dan ketakutan. "Saya dicekik dan mau dibuang ke dalam sumur. Setelah itu saya tidak ingat apa-apa lagi," tuturnya singkat, mengingat kejadian yang baru dialaminya.

Kakak korban Supriyono (30) menjelaskan, saat ditemukan sekitar pukul 14.00, wajah Yuli penuh luka memar. Leher dan kakinya lecet. Selanjutnya warga langsung membawa ke poliklinik Bandungan, yang kemudian dirujuk ke RS Bina Kasih.

Anggota Polsek Bandungan di backup dari Polres Semarang saat ini masih memburu pelaku. Data di kepolisian menyebutkan, Didik adalah residivis kambuhan yang baru keluar dari penjara sebulan lalu. Saat ini polisi masih mengumpulkan bukti-bukti termasuk hasil visum dan celana dalam korban, untuk mendeteksi kemungkinan terjadinya tindak pemerkosaan dalam aksi perampasan tersebut.

“Kasus ini masih dalam penyelidikan. Identitas pelaku sudah kami kantongi dan tempat-tempat yang dicurigai sebagai persinggahan pelaku sudah kami ketahui. Kami upayakan segera meringkus pelakunya, sebelum dia kabur lebih jauh," kata Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Agus Puryadi, saat dikonfirmasi. (ino/hes/rif) 

Jam

Blog Archive

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Sena a7x - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger